Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya
Diriwayatkan dari (Abdullah bin Umar r.a.) : Rasulullah Saw pernah bersabda, “seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menindasnya, dan tidak menyerahkannya (ke tangan penindas). siapapun yang mencukupi kebutuhan saudaranya (sesama muslim), Allah akan mencukupkan kebutuhannya; siapapun yang membantu kesulitan seorang muslim, Allah akan membantu kesulitannya pada hari kiamat; dan siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat."

Menolong Penindas
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “tolonglah saudaramu, apakah ia seorang penindas atau tertindas", orang-orang bertanya, "ya Rasulullah ! telah menjadi kewajiban kami menolong yang tertindas, tetapi bagaimana mungkin kami menolong penindas?" Nabi Saw bersabda, "(tolong dia) dengan mencegahnya menindas orang lain".


Laknat Allah untuk Orang Zalim
Diriwayatkan dari Ibn Umar r.a. : aku pernah mendengar Rasulullah Saw  bersabda, “Allah akan mendekatkan orang beriman kepada-Nya dan akan menaungi dengan naungan-Nya. lalu Dia bertanya kepadanya, 'kamu pernah berbuat dosa ini dan ini?' ia akan berkata, 'benar Tuhanku'. Allah akan terus bertanya kepadanya hingga ia mengakui semua dosa yang pernah diperbuatnya dan berpikir bahwa dirinya akan binasa. Allah akan berkata, 'Aku telah menaungi (menyembunyikan) dosa-dosamu di dunia, dan sekarang Aku akan memberi ampunan'. kemudian kepadanya diberikan buku catatan perbuatan (amal) baiknya. sedangkan orang-orang kafir dan munafik (dosa-dosa mereka akan dibicarakan terbuka), dan para saksi akan berkata, 'inilah orang-orang yang berdusta dengan menentang Tuhan mereka'. ingatlah, laknat Allah menimpa orang-orang zalim (Qs. Hud:18)'"

Posted on 02.16 by Unknown

No comments

Diriwayatkan dari Abdur Rahman bin Abu Bakar : kami, seratus tiga puluh orang, bersama Nabi Saw yang bertanya apakah kami masing-masing memiliki makanan. Ada seorang lelaki yang memiliki tepung gandum yang dicampur air untuk membuat adonan (roti). Kemudian seorang lelaki musrik bertubuh jangkung dating menggiring biri-birinya. Nabi Saw bertanya kepadanya, “maukah kamu jual biri-birimu kepada kami atau memberikannya sebagai hadiah?” ia berkata, “akan ku jual kepadamu”. Nabi Saw membeli seekor biri-biri dan menyembelihnya, lalu memerintahkan membakar hati dan ususnya. Demi Allah, Nabi Saw memberikannya kepada seratus tig puluh orang (dari biri-biri yang disembelih itu); Nabi Saw member semua orang yang hadir pada waktu itu dan menyimpan bagian orang yang tidak hadir disana. Kemudian Nabi Saw menyimpan daging bir i- biri itu didalam dua baskom besar dan mereka semua makan hingga kenyang, dan bahkan setelah itu masih banyak daging tersisa di dalam baskom. Kemudian kami membawanya di atas unta itu, atau seperti yang ia katakan.

Posted on 02.13 by Unknown

No comments